Make your own free website on Tripod.com

PERTEMUAN PARA PEJABAT TINGGI

BIDANG PERDAGANGAN DAN INVESTASI

ASIA-EROPA (ASEM SOMTI) VI

SEOUL, 11 – 13 MEI 2000

__________________________________

Pendahuluan

  1. ASEM (Asia-Europe Meeting) merupakan prakarsa untuk memperkuat dialog dan kerjasama di antara dua benua (Asia dan Eropa). ASEM mempunyai peranan penting sebagai jembatan dalam pertukaran pandangan dan kerjasama antara para pemimpin negara-negara Asia dan Eropa. Sesuai dengan pembentukannya, ASEM merupakan pertemuan informal Para Pemimpin 10 negara Asia dan 15 negara Eropa, dimana keanggotaan ASEM bersifat individual.
  2. Dengan Tema Asia-Europe Comprehensive New Partnership Toward Greater Growth, Para Pemimpin Asia-Eropa pada KTT ASEM I pada bulan Maret 1996 telah sepakat untuk memupuk dialog politik, memperkuat kerjasama di bidang ekonomi dan mengembangkan kerjasama di bidang-bidang lainnya. Pada KTT ASEM II pada bulan April 1998 disepakati bahwa mekanisme untuk meningkatkan arus perdagangan dan investasi di kedua kawasan adalah melalui pelaksanaan Trade Facilitation Action Plan (TFAP) dan Investment Promotion Action Plan (IPAP).
  3. Dalam struktur ASEM, pertemuan tertinggi adalah Pertemuan Para Kepala Negara/Pemerintahan. KTT ASEM diadakan dua tahun sekali. Hasil-hasil KTT ASEM ditindak lanjuti dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri dan Pertemuan Para Pejabat Tinggi. Hasil-hasil KTT ASEM, khususnya kerjasama di bidang ekonomi, ditindak lanjuti dalam Pertemuan Para Menteri Ekonomi dan Pertemuan Para Pejabat Tinggi bidang Perdagangan dan Investasi.
  4. Di Indonesia, kegiatan ASEM dikoordinir oleh Departemen Luar Negeri. Ketua SOM (Senior Officials Meeting) adalah Dirjen Politik dan Ketua SOMTI (Senior Officials Meeting on Trade and Investment) adalah Dirjen Kerjasama ASEAN. Keterlibatan Depperindag dalam ASEM adalah selaku koordinator pelaksanaan TFAP.
  5. Pada tanggal 11-13 Mei 2000 di Seoul, Korea Selatan, telah diadakan Pertemuan Para Pejabat Tinggi bidang Perdagangan dan Investasi Asia-Eropa (Senior Officials Meeting on Trade and Investment). Pertemuan tersebut diadakan untuk mempersiapkan KTT ASEM III yang akan diadakan pada tanggal 20-21 Oktober 2000. Pertemuan tersebut telah membahas hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan, investasi, sinergi antara TFAP dan IPAP, interaksi dengan bisnis, isu-isu WTO, perkembangan ekonomi dewasa ini dan persiapan KTT ASEM III.
  6. Pertemuan tersebut dipimpin oleh koordinator Asia, yaitu Korea Selatan dan Thailand. Delegasi RI dipimpin oleh Dirjen Kerjasama ASEAN Deplu dengan anggota yang terdiri dari Pembantu Asmenko Ekuin Urusan Kerjasama Internasional, Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Deplu, Kasubdit Intra dan Antar Regional pada Kerjasama Regional, Depperindag, Atperindag dan Kabid Ekonomi pada Kedutaan Besar RI - Seoul.

Perdagangan

  1. Di bidang Perdagangan, pertemuan telah membahas pelaksanaan 7 bidang prioritas TFAP yang telah disahkan dalam KTT ASEM II, yaitu custom procedures; standard and conformity assesment; public procurement; quarantine and SPS procedures; intellectual property rights; mobility of business people; market access in distribution sector; dan langkah-langkah praktis pelaksanaan TFAP yang akan datang, yang telah disetujui dalam Pertemuan Para menteri Ekonomi ASEM ke-2 pada bulan Oktober 1999 . Disepakati bahwa pelaksanaan TFAP untuk periode 2000-2002 adalah melanjutkan 7 bidang prioritas yang sudah ada dan menambahkan e-commerce sebagai bidang prioritas yang baru. Disamping itu, pelaksanaan TFAP juga difokuskan pada pelaksanaan tindak lanjut Daftar Hambatan-hambatan Utama di bidang perdagangan yang telah disusun berdasarkan masukan-masukan dari negara-negara ASEM.

Investasi

  1. Di bidang investasi, pertemuan membahas hasil-hasil kemajuan pelaksanaan IPAP (Investment Action Plan), yang meliputi Pilar I (promosi investasi) dan Pilar II (kebijakan investasi). Pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan pilar I, difokuskan kepada evaluasi pelaksanaan home-page mengenai Virtual Information Exchange (VIE) dan ASEM Connect. Disepakati agar informasi dalam VIE diperluas, antara lain dengan memasukkan informasi tentang daftar contact points ASEM-IEG, laporan kemajuan pelaksanaan Most Effective Measures (MEM) to attract FDI (Foreign Direct Investment), laporan kemajuan tentang kebijakan-kebijakan investasi di negara-negara peserta ASEM, daftar hambatan-hambatan di bidang investasi yang diindentifikasi oleh sektor swasta, dan laporan kemajuan Business-to-Business Program. Disamping itu, agar kegiatan pelaksanaan ASEM Connect, sebagai sarana internet dalam rangka memfasilitasi jaringan informasi tentang bisnis dan data base dalam upaya meningkatkan kerjasama antara Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Asia dan Eropa, terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
  2. Berkaitan dengan pelaksanaan Pilar II (kebijakan investasi), disepakati untuk melanjutkan kegiatan tentang laporan pelaksanaan 9 (sembilan) katagori Most Effective Measures (MEM) to attract FDI dan kegiatan tentang pemaparan mengenai National Investment Regime (NIR) oleh masing-masing negara anggota ASEM, karena cara seperti ini sangat bermanfaat dalam upaya untuk mencapai tujuan-tujuan IPAP.
  3. Mengenai Daftar Hambatan-hambatan Umum di bidang Investasi, yang diperoleh dari sektor swasta, disepakati agar dibahas dalam pertemuan yang akan datang, mengingat belum semua negara menyampaikan daftar dimaksud.

Sinergi antara TFAP dengan IPAP

  1. Dalam pertemuan tersebut, Komisi Eropa telah menyampaikan usulan untuk mensinerjikan TFAP dengan IPAP. Meskipun para peserta sepakat bahwa program kerja TFAP dan IPAP, khususnya dalam menghapuskan hambatan-hambatan umum di bidang perdagangan akan menciptakan suatu sinerji untuk mendorong aktivitas ekonomi inter-regional antara negara-negara ASEM, namun usul Komisi Eropa tersebut tidak mendapat dukungan dari pihak Asia. Akhirnya disepakati agar pelaksanaan TFAP dan IPAP dilakukan secara terpisah.

Interaksi dengan bisnis

  1. Sebagai bagian dari interaksi dengan bisnis, pertemuan ini juga mengundang wakil dari AEBF (Asia-Europe Business Forum) untuk menyampaikan beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam AEBF IV yang diadakan beberapa waktu yang lalu di Seoul. Rekomendasi-rekomendasi tersebut meliputi 7 (tujuh) rekomendasi di sektor perdagangan, 6 (enam) di sektor investasi, 5 (lima) di sektor keuangan, 4 (empat) di sektor infrastruktur telekomunikasi dan Information Technology (IT), 3 (tiga) di sektor kerjasama teknologi industri dan 4 (empat) di sektor UKM. Disamping itu, wakil AEBF juga menjelaskan mengenai guidelines yang dihasilkan oleh pertemuan AEBF IV di Seoul tersebut. Ketua Delegasi Austria menyampaikan informasi mengenai persiapan-persiapan dalam menghadapi penyelenggaraan AEBF V di Wina pada tanggal 29-30 September 2000.

Isu-isu WTO

  1. Pembahasan iusu-isu WTO difokuskan pada upaya-upaya untuk dapat meluncurkan Putaran Baru WTO, antara lain dengan cara :

Perkembangan ekonomi dewasa ini

  1. Pembahasan mengenai perkembangan ekonomi dewasa ini, difokuskan pada pengalaman beberapa negara di Asia dalam mengatasi krisis ekonomi, kerjasama ekonomi regional dan prospek integrasi ekonomi regional, serta pengalaman Asia mengenai pengaruh teknologi baru dibidang usaha seperti e-commerce. Pihak Eropa menyampaikan penjelasan tentang pengaruh euro terhadap ekonomi Eropa, perdagangan dan investasi antara kedua kawasan serta perkembangan mengenai pengaturan preferensi perdagangan antara Eropa dengan negara/mitra kawasan lainnya.

Persiapan KTT ASEM III

  1. Delegasi Korea menyampaikan informasi tentang persiapan yang dilakukan Korea dalam menghadapi KTT ASEM III tanggal 20 - 21 Oktober 2000 di Seoul, antara lain mengenai topik-topik ekonomi yang akan dibahas., serta kerangka dari porsi ekonomi yang akan dimuat dalam Chairman's Statement. Dibahas pulq tentang kemungkinan kehadiran para Menteri Ekonomi pada KTT ASEM III mendatang, sebagaimana halnya pada Pertemuan Persiapan Tingkat Menteri KTT ASEM I dan KTT ASEM II sebelumnya.

 

==========