Make your own free website on Tripod.com

Siaran Pers

 

KINERJA EKSPOR PULIH KEMBALI

 

Realisasi ekspor periode Januari-April 2000 (angka sementara) bernilai US$ 19,100.4 juta atau meningkat sebesar 35,93% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 1999, yaitu US$ 14,051.9 juta. Ekspor migas meningkat sebesar 72,10%, yaitu dari US$ 2,517.3 juta menjadi US$ 4,332.3 juta. Sedangkan ekspor non-migas meningkat sebesar 28,03%, yaitu dari US$ 11,534.6 juta menjadi US$ 14,768.1 juta.

Jika dibandingkan dengan realisasi ekspor pada periode yang sama tahun 1997 dan 1998, maka kenaikan ekspor masing-masing sebesar 15,16% dan 18,4%. Ekspor migas meningkat 2,49% pada tahun 1997 dan pada tahun 1998 sebesar 55,39%. Sedangkan ekspor non-migas mengalami peningkatan 19,01% pada tahun 1997 dan 10,37% pada tahun 1998.

Darai data-data tersebut, ternyata kinerja ekspor migas Januari-April 2000 telah pulih kembali, hal ini bisa dilihat dari perbandingan ekspor periode yang sama tahun 1999, yaitu sewaktu krisis ekonomi terjadi maupun tahun 1997, yaitu saat sebelum terjadi krisis ekonomi.

Beberapa komoditi ekspor non-migas yang mengalami kenaikan di atas 100% periode Januari-April 2000 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 1999 adalah:

mesin/peralatan listrik, dari US$ 815,7 juta menjadi US$ 1,795.6 juta (120,13%)

mesin-mesin/pesawat mekanik (117,65%)

bubur kayu/pulp, dari US$ 121,7 juta menjadi US$ 269,1 juta (121,17%)

tembaga, dari US$ 49,1 juta menjadi US$ 149,9 juta (204,98%)

mainan, dari US$ 26,5 juta menjadi US$ 128,2 juta (383,47%)

kain perca, dari US$ 40,6 juta menjadi US$ 83,6 juta (105,61%)

perangkat musik, dari US$ 18,4 juta menjadi US$ 53,8 juta (191,94%)

kain rajutan, dari US$ 7,6 juta menjadi US$ 37,6 juta (394,78%)

tutup kepala, dari US$ 3,6 juta menjadi US$ 10,2 juta (179,46%)

lak, getah, dan damar, dari US$ 2,7 juta menjadi US$ 6,7 juta (141,80%)

 

 

Di samping itu ada beberapa komoditi yang kenaikannya di atas 50%, antara lain adalah:

 

Nilai ekspor Januari-April 2000 ini kemungkinan besar akan mengalami kenaikan lagi, mengingat angka-angka tersebut di atas adalah angka sementara.

Demikian diberitakan Biro Humas Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

 

 

Jakarta, 23 Juni 2000